IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KALIMAT BERITA SISWA KELAS VI SD


Salam hangat dari ayurostika

IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KALIMAT BERITA SISWA KELAS VI SD

1.1 La tar Belakang Masalah
Sebagai bagian dan pembelajaran pengetahuan bahasa Indonesia, kalimat bukanlah suatu pembelajaran yang dianggap mudah. Pemahaman terhadap kalimat-kalimat memerlukan ketajaman pikiran dan pengetahuan yang luas. Kalimat sangat berhubungan dengan berbagai ilmu pengetahuan. Memahami kalimat hams dihubungkan dengan ilmu pengetahuan yang ada termasuk dalam bidang apa kalimat tersebut akan dipakai. Terlebih lagi memahami kalimat yang memiliki anak kalimat dan induk kalimat. Siswa hanya pandai membedakan anak kalimat dengan induk kalimat, tetapi sulit untuk menerapkannya dalam konteks berbahasa. Dengan demikian, siswa tidak jarang menggunakan kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya.
Dengan diberlakukan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, pemerintah memberlakukan KTSP. Kurikulum ini merupakan pembaruan dalam dunia pendidikan dengan memperhatikan diversifikasi kurikulum yang disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi ini merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (DKDASMEN. 2002:2).
Pengaturan dan pelaksanaan kurikulum tersebut dikemas dalam suatu rencana pengajaran yang disebut dengan silabus. Dalam menyajikan silabus ada beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian, yaitu; aspek keterbacaan, keterkaitan antar komponen, dan kepraktisan penggunaannya. Silabus ini dikembangkan oleh guru yang akan menggunakannya, guru bebas menentukan format mana yang akan digunakannya.
Dengan diberlakukannya KTSP yang Berbasis Kompetensi merupakan pendekatan yang strategis dalam pengelolaan KBM yang melibatkan kegiatan siswa dalam menempuh PBM. Dengan KTSP pengelolaan KBM ditekankan pada terbentuknya prakarsa dari tanggung jawab pada diri siswa sehingga mereka menyadari merekalah yang harus mengalami PBM tersebut. Senada dengan itu, Mulyasa (2003: 38) mengungkapkan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar peserta didik yang mengacu pada pengalaman langsung.
Di samping itu, Gordon (1988) menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi sebagai berikut,
1)      Pengetahuan (knowledge); yaitu kesadaran dalam bidang kognitif misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.
2)      Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang dimiliki oleh individu.
3)      Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
4)      Nilai (value); adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang.
5)      Sikap (attitude); yaitu perasaan atau relasi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar.
6)      Minat (interest); yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.
Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berbasis kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di semua jenjang menganut pendekatan komunikatif. Hal ini mengandung arti belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi, dan belajar sastra adalah belajar memahami manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Kurikulum ini diarahkan agar siswa terbuka terhadap ragam informasi yang ada disekitar siswa. Di samping itu, siswa dapat belajar dari diri sendiri, dan menyadari akan eksistensi budayanya sehingga tidak tercabut dari lingkungannya.
Menyinggung belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi, maka pembelajaran bahasa disajikan dalam bentuk ragam bahasa lisan dan tulis. Kedua ragam tersebut disajikan secara integratif, sehingga pembelajaran empat aspek keterampilan berbahasa ( mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) disajikan dalam konteks komunikatif. Begitupun dalam pembelajaran struktur kalimat tidak disajikan secara parsial, tapi secara terpadu dan disajikan dalam konteks wacana, baik wacana lisan maupun tertulis.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pembelajaran di Sekolah Dasar, pengajaran struktur kalimat bahasa Indonesia dewasa ini kurang sekali melatih anak dalam keterampilan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi. Siswa lebih banyak diberi pengetahuan dan aturan-aturan tata bahasa tanpa pernah tahu dan tidak mampu bagaimana cara menuangkan gagasan atau ide-ide dalam ragam lisan maupun tertulis.
Di samping masalah di atas, buku teks bahasa Indonesia yang beredar sekarang banyak ditemukan konsep-konsep pembelajaran kalimat yang tidak sesuai dengan prinsip bahasa sebagai alat komunikasi. Pembelajaran kalimat diajarkan secara parsial sehingga kalimat-kalimat tersebut tidak disajikan secara terpadu dengan keempat keterampilan berbahasa dan terlepas pada konteks bahasa sebagai alat komunikasi. Penyajiannya berupa berbagai konsep tentang kalimat (kalimat sederhana, luas, majemuk, atau inversi) yang harus dihafal siswa, sehingga siswa hafal ciri-ciri kalimat tersebut, tapi tidak mampu menyusuri kalimat dan mengembangkannya sebagai suatu gagasan yang utuh untuk kepentingan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis.
Sebagai bagian dari pembelajaran pengetahuan bahasa Indonesia, kalimat bukanlah suatu pembelajaran yang dianggap mudah. Pemahaman terhadap kalimat-kalimat memerlukan ketajaman pikiran dan pengetahuan yang luas. Kalimat sangat berhubungan dengan berbagai ilmu pengetahuan. Memahami kalimat harus dihubungkan dengan ilmu pengetahuan yang ada termasuk dalam bidang apa kalimat tersebut akan dipakai. Terlebih lagi memahami kalimat yang memiliki anak kalimat dan induk kalimat.
Begitu pun yang terjadi pada siswa kelas VI SD Negeri hanya pandai membedakan anak kalimat dengan induk kalimat, tetapi sulit untuk menerapkannya dalam konteks berbahasa. Dengan demikian, siswa tidak jarang menggunakan kalimat yang tidak sesuai dengan konteksnya.
Masih ada kendala yang dihadapai para guru, terutama guru Sekolah Dasar dalam mengajarkan kalimat. Salah satu kendalanya adalah kemampuan siswa masih rendah dalam menulis kalimat berita. Oleh karena itu, diajukan penelitian tindakan kelas sebagai berikut. IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KALIMAT BERITA SISWA KELAS VI SD NEGERI TAHUN 2011-2012.
1.2 Pembatasan Masalah
Masalah-masalah yang dikemukakan dalam latar belakang di atas sangat lah luas dan kompleks, maka penulis dalam penelitian ini akan membatasi masalahnya kepada hal-hal berikut.
1)     Masalah yang penulis teliti terbatas kepada peningkatan kemampuan menulis kalimat berita.
2)     Media yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis kalimat berita tersebut adalah media gambar berseri.
3)     Siswa yang dijadikan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 
1.3 Perumusan Masalah
Agar pokok penelitian jelas, maka masalah di atas selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan berikut ini.
1)     Bagaimanakah kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri sebelum dilakukan pembelajaran menulis dengan media gambar berseri?
2)     Langkah-langkah apa yang dilakukan dalam penerapan media gambar berseri pada pembelajaran kemampuan menulis kalimat berita di kelas VI SD Negeri ?
3)     Bagaimanakah kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri setelah digunakan media gambar berseri?
4)     Adakah peningkatan kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri ?

1.4 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1)     Mendeskripsikan kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri sebelum dilakukan pembelajaran menulis dengan media gambar berseri.
2)     Mendeskripsikan langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan media gambar berseri pada pembelajaran kemampuan menulis kalimat berita di kelas VI SD Negeri
3)     Mendeskripsikan kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri setelah digunakan media gambar berseri.
4)     Mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis kalimat berita siswa kelas VI SD Negeri .

1.5 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat kepada berbagai pihak, baik bagi siswa, gum, peneliti, dan pembaca pada umumnya yaitu sebagai berikut.
1)     Bagi siswa
  1. Hasil penelitian ini memberikan manfaat kepada siswa dalam menambah wawasan pengetahuan menulis kalimat, khususnya kalimat berita.
  2. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman kepada siswa dalam menggali informasi dari media gambar dan dituangkan dalam bahasa tulis berupa kalimat berita.
  3. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan menulis kalimat, khususnya menulis kalimat berita.
  4. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek keterampilan menulis kalimat berita
2)     Bagi guru
a.      Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu sumber pembelajaran bahasa Indonesia dalam aspek menulis kalimat berita.
b.      Hasil penelitian ini dapat memberikan masukkan dalam merencanakan pembelajaran menulis kalimat berita di sekolah khususnya di kelas IV Sekolah Dasar.
c.      Hasil penelitian ini dapat memberikan masukkan dalam memilih media yang tepat dalam pembelajaran menulis kalimat berita di sekolah khususnya di kelas VI Sekolah Dasar.
d.      Hasil penelitian ini dapat memberikan masukkan dalam mengelola pembelajaran menulis kalimat berita di sekolah khususnya di kelas IV Sekolah Dasar.
e.      Hasil penelitian ini dapat memberikan masukkan dalam mengevaluasi pembelajaran menulis kalimat berita di sekolah khususnya di kelas IV Sekolah Dasar.

3)     Bagi peneliti
a.      Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk dijadikan sebagai salah satu sumber dalam mengembangkan penelitian pembelajaran menulis kalimat berita lebih lanjut.
b.      Hasil penelitian ini dapat dijadikan tolok ukur penelitian lanjutan kemampuan menulis, khususnya penelitian menulis kalimat berita.
c.      Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber rujukan penulisan karya tulis ilmiah.
4)     Bagi pembaca
a.      Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pembaca sebagai sumber bacaan yang berkaitan dengan kalimat, khususnya menulis kalimat berita.
b.      Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai rujukkan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa tulis, khsusnya menulis kalimat berita.
1.6 Definisi Operasional
Agar tidak menimbulkan salah tafsir dalam penelitian ini perlu diberikan batasan pengertian variabel yang terdapat dalam judul penelitian yang penulis teliti. Adapun beberapa istilah yang perlu dijelaskan adalah sebagai berikut:
1)     Implementasi
Pengertian implementasi adalah suatu kegiatan pelaksanaan sesuatu konsep. Dalam penelitian ini adalah pelaksanaan media gambar dalam pembelajaran menulis kalimat berita.
2)     Media gambar berseri
Media gambar berseri yaitu suatu alat berupa gambar-gambar yang disusun secara runtut dan sistematis yang memiliki tema tertentu.
3)     Pembelajaran kalimat berita
Pembelajaran kalimat berita yaitu proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya melalui kegiatan pengamatan gambar-gambar yang disusun untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis kalimat berita yang memiliki ciri-ciri intonasi akhirnya datar dan bertujuan untuk memberikan informasi kepada lawan bicara.
4)     Siswa kelas VISD Negeri Siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebagai subjek penelitian dan setting penelitiannya di kelas VI SD Negeri
Berdasarkan penjelasan-penjelasan istilah di atas, maka yang dimaksud dalam judul "Implementasi Media Gambar Berseri dalam Pembelajaran Menulis Kalimat Berita Siswa Kelas VI SD Negeri Tahun 2011-2012" adalah suatu kegiatan penerapan penggunaan media gambar berseri dalam proses belajar mengajar dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri dalam menulis kalimat berita.

1.7 Anggapan Dasar
Winarno Surakhmad (1975:37) menjelaskan bahwa anggapan dasar adalah titik tolak atau yang menjadi tumpuan segala pandangan dan kegiatan terhadap masalah yang dihadapi. Hal yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1. Media mengajar dengan gambar berseri (caption writing) merupakan model yang sedang dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan daya imajinasi anak dalam menelaah gambar dan menuangkannya dalam bentuk bahasa tulisan atau lisan.
  2. Siswa kelas VI SD Negeri telah mempelajari dan menyusun kalimat dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
  3. Kemampuan menyusun kalimat merupakan salah satu cara untuk mengukur tingkat kompetensi siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia.

1.9 Hipotesis Tindakan
Adapun hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah Dengan penerapan media gambar berseri, siswa kelas VI SD Negeri mampu menyusun kalimat berita dengan tepat.
1.10 Setting Penelitian
1.10.1 Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri jumlah siswa di SD tersebut pada tahun 2008/2009 secara keseluruhan berjumlah 179 siswa yang tersebar dari kelas satu hingga kelas enam yang tergambar dalam tabel
Penelitian ini mengambil subjek penelitian yaitu siswa kelas VI SD Negeri yang berjumlah 31 orang yang masing-masing 15 orang laki-aki dan 16 orang perempuan.
Hal ini mengingat metode yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas.

1.12 Metode dan Teknik Penelitian
1.12.1 Metode Penelitian
Surakhmad (1982; 131) menjelaskan bahwa metode merupakan cara utama digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Berhasil atau tidaknya suatu tujuan begantung pada metode penelitian yang digunakan. Dengan demikian, metode dapat dikatakan sebagai suatu cara untuk melakukan atau menyampaikan sesuatu agar mencapai tujuan yang diinginkan.
Berangkat dari pendapat di atas, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Hal sejalan dengan penjelasan Depdiknas (1999: 5-10) tujuan penelitian kelas untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam menangani PBM, dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis keadaan.
Berdasarkan metode yang dipilih tersebut, maka langkah-langkah penelitian diawali dengan menyusun perencanaan pembelajaran menulis kalimat berita tersebut adalah media gambar berseri, baik berupa penyusunan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan proses pembelajaran yang meliputi (a) kegiatan awal; (b) kegiatan inti; dan (c) kegiatan akhir.
Setelah melaksanakan pembelajaran menulis kalimat berita tersebut adalah media gambar berseri siklus pertama, peneliti melaksanakan analisis berdasarkan hasil pengamatan teman sejawat ketika poses pembelajaran berlangsung. Setelah ditemukan permasalahannya, peneliti memperbaiki RPP dan mengadakan pembelajaran siklus kedua. Hasil dari siklus kedua tersebut, peneliti melaksanakan tindak lanjut berupa pengolahan data yang akhirnya menarik simpulan berdasarkan hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini. Agar lebih jelas langkah-langkah tersebut, berikut disajikan dalam bentuk diagram di bawah ini.

1.12.2 Teknik Penelitian
Teknik dapat diartikan sebagai salah satu usaha yang harus ditempuh dengan menggunakan metode tertentu agar tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam penelitian dapat tercapai. Di samping itu, teknik penelitian dapat dikatakan merupakan upaya bagaimana cara (prosedur) yang harus ditempuh sesuai dengan metode tertentu agar tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam penelitian dapat tercapai. Sesuai dengan metode yang digunakan di atas, teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sebagai berikut.
1)     Studi Pustaka
Teknik Studi Pustaka ini, peneliti membaca literatur yang relevan dengan bahan-bahan penelitian. Tujuannya dari teknik ini adalah untuk memperoleh berbagai teori yang akan dijadikan acuan dalam melaksanakan suatu penelitian.
2)     Tes/Penugasan
Teknik ini menggunakan prosedur pembelajaran yaitu adanya prates dan postes. Adapun jenis tes ini berupa aspek kognitif dengan mengajukan lima pertanyaan dengan bentuk tes uraian. Di samping itu, untuk mengukur aspek psikomotor, siswa ditugaskan mengamati gambar berseri dan menafsirkannya untuk menulis kalimat berita sesuai dengan gambar yang amatinya.
3)     Uji Coba/Eksperimen Pembelajaran
Teknik uji coba/eksperimen pembelajaran ini bertujuan untuk membuktikan efektif tidaknya media gambar digunakan dalam pembelajaran menulis kalimat berita di kelas VI SD Negeri
4)     Teknik Observasi
Teknik ini merupakan pengamatan langsung oleh teman sejawat terhadap objek yang diteliti yaitu ketika peneliti melaksanakan Uji coba pembelajaran. Tujuannya agar seluruh aktifitas pembelajaran menulis kalimat berita tersebut adalah media gambar berseri dapat terekam sehingga penelitian dapat tercapai dengan baik.
5)     Analisis
Berdasarkan hasil observasi uji coba pembelajaran, maka hasilnya perlu dianalisis seluruh aktifitas pembelajaran menulis kalimat berita tersebut adalah media gambar berseri. Dengan hasil analisis, perlu adanya refleksi sebagai bahan pembelajaran berikutnya. Adapun hasil refleksi tersebut berupa perbaikan RPP dan uji coba/eksperimen pembelajaran sebagai bahan siklus beriktunya.

1.12.3 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Arikunto, 1998 : 151).
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan permintaan prosedur Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yaitu diperlukannya Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar soal prates dan postes, dan Lembar Observasi/Pengamatan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Burhan, Yazir. 1971. Problema Bahasa dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta:
Ganako, NV Depdiknas. 2006 Standar Isi SD Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Puskur, Balitbang Depdiknas
Natawidjaja, Rochman. 1997. Konsep Dasar Penelitian Tindakan (Action Research). Bandung: Depdikbud IKIP Bandung
Rustam Mudilarto, Penelitian Tindakan Kelas, Direktorat Pembinaan Pendidkkan Tenaga Kependidikan, Ditjen Dikti, Depdiknas, 2004
Santoso, Puji. (2005). Materi dan Pengembangan Bahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Supriadi, dkk. 1995. Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Universitas Terbuka. Tarigan,
Henry Guntur. 1987. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Warsidi dan Farika. 2008.. Bahasa Indonesia Membuatku Cerdas Kelas 6. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan





0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Komentar Yach!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites